Program Studi Rekayasa Kosmetik Itera menerima Kunjungan Akademik Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Jajaki Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Hilirisasi Kosmetik

Lampung Selatan, 23 Oktober 2026 — Program Studi Rekayasa Kosmetik, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), menerima kunjungan akademik delegasi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI) dalam rangka memperkuat jejaring akademik dan menjajaki peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran informasi dan gagasan antara kedua institusi, khususnya dalam pengembangan ilmu dan teknologi kosmetik, pemanfaatan bahan alam, penguatan kapasitas laboratorium, serta hilirisasi hasil penelitian menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kunjungan diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Teknologi Industri ITERA, Hafiz Budi Firmansyah, S.Kom., M.Sc., Ph.D., yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada delegasi Fakultas Farmasi UI sekaligus memperkenalkan lingkungan akademik ITERA. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Prof. Dr. apt. Berna Elya, M.Si., selaku Ketua Klaster Riset Cosmetic and Health Supplements Fakultas Farmasi UI, yang memperkenalkan fokus dan kegiatan riset klaster tersebut.

Selanjutnya, Koordinator Program Studi Rekayasa Kosmetik ITERA, Dr. Annisa Siti Zulaicha, M.Si., memaparkan profil program studi, kegiatan akademik, serta arah pengembangan penelitian di bidang rekayasa kosmetik. Pemaparan ini menjadi landasan diskusi mengenai potensi sinergi antara kompetensi akademik, fasilitas penelitian, dan kebutuhan pengembangan industri kosmetik.

Bahas Peluang Studi Lanjut dan Penguatan Pembelajaran

Salah satu topik utama dalam diskusi adalah peluang pendidikan pascasarjana bagi dosen dan pengembangan pengalaman belajar mahasiswa. Delegasi UI menyampaikan informasi mengenai peluang studi doktoral (S3), termasuk skema double degree yang melibatkan UI dan Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, serta jalur doktor berbasis riset (by research).

Informasi tersebut membuka peluang bagi sivitas akademika ITERA untuk memperoleh gambaran lebih luas mengenai pilihan studi lanjut dan pengembangan kompetensi akademik. Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan pembelajaran melalui pengalaman langsung di laboratorium.

Dalam sesi tersebut, apt. Angga Saputra Yasir menyampaikan harapan agar pembelajaran teori di kelas dapat dilengkapi dengan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal instrumen, fasilitas, dan praktik pengujian kosmetik secara langsung di laboratorium UI, antara lain melalui kegiatan kunjungan akademik atau kunjungan industri (KI).

Diskusi turut membahas peluang penguatan kapasitas penelitian, termasuk kesiapan pengembangan produk dalam skala lebih besar (scale-up) dan potensi penelitian mikroalga. Dr. apt. Sutriyo, M.Si., CRA., CRP., mengangkat pertanyaan terkait kegiatan scale-up di Program Studi Rekayasa Kosmetik ITERA serta peluang riset berbasis mikroalga.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula informasi mengenai fasilitas pengujian kosmetik dan suplemen yang dimiliki Fakultas Farmasi UI, termasuk penggunaan sel difusi Franz untuk pengujian terkait penetrasi atau pelepasan bahan dan instrumen khusus untuk pengukuran faktor perlindungan matahari (Sun Protection Factor/SPF). Pengembangan metode pengujian SPF secara in vivo juga menjadi salah satu informasi yang dibagikan dalam diskusi.

Pada aspek riset terapan, pembahasan mencakup pengembangan bahan alam sebagai komponen produk kosmetik dan parfum. Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengembangan parfum berbasis madu dan propolis, dengan eksplorasi karakter aroma propolis sebagai aroma dasar yang dipadukan dengan nuansa floral pada top notes dan middle notes.

Selain itu, dibahas pula potensi nilam sebagai bahan untuk membantu mempertahankan aroma parfum, serta pengembangan bahan penyaring ultraviolet (UV) dari daun singkong bersama mitra industri. Peluang integrasi perangkat analisis, seperti Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC–MS), dengan aplikasi analitik berbasis sains data juga menjadi bagian dari pertukaran gagasan untuk mendukung pengembangan riset kosmetik yang semakin terintegrasi.

Dorong Hilirisasi dan Kolaborasi dengan UMKM

Aspek hilirisasi penelitian menjadi perhatian penting dalam pertemuan ini. Bapak Dr. Achmad Gus Fahmi menyampaikan bahwa pengembangan kegiatan scale-up produk tengah dilakukan dengan melibatkan UMKM setempat, termasuk inisiatif yang sedang dijajaki bersama pimpinan ITERA.

Pembahasan tersebut menegaskan pentingnya menghubungkan kegiatan penelitian dan pengembangan di perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha. Kolaborasi semacam ini berpotensi mendukung peningkatan kapasitas UMKM dalam mengembangkan produk kosmetik, mulai dari pemilihan bahan, formulasi, pengujian, hingga persiapan produksi dalam skala yang lebih besar.

Kunjungan akademik ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan sinergi yang lebih erat antara Fakultas Farmasi UI dan Program Studi Rekayasa Kosmetik ITERA. Melalui penjajakan kolaborasi yang berkelanjutan, kedua institusi berpeluang memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan produktivitas riset terapan, serta mendorong pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung perkembangan industri kosmetik Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *